100%
Berita Umum
Jakarta - Wisuda adalah penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus dimulainya tanggung jawab yang lebih besar. Setelah ini, para wisudawan bakal masuki dunia yang penuh tantangan. Perubahan teknologi berlangsung cepat, persaingan semakin terbuka, dan kebutuhan masyarakat terus berkembang.
Demikian dikatakan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria saat berikan sambutan pada Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Madani Nusantara (UMN) di Gedung Anton Soedjarwo, Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).
"karena itu, saya ingin menitipkan tiga hal kepada para wisudawan. Pertama, kuatkan ilmu dan kompetensi. Gelar akademik harus menjadi fondasi untuk terus belajar. Jangan berhenti membaca, jangan berhenti berinovasi, dan jangan takut menghadapi perubahan," kata Wamendes Ariza.
Kedua, jaga integritas dan karakter. Kepintaran akan membuka pintu kesempatan, tetapi karakter menentukan bagaimana saudara menggunakan kesempatan itu. Jadilah orang yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.
Ketiga, hadirkan manfaat bagi sesama. Wamendes Arfiza mengutip pesan Rasulullah SAW: “Khairunnas anfa’uhum linnas.” Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
"Inilah ukuran penting keberhasilan kita. Bukan semata-mata seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan," kata Wamen Ariza.
Wamendes Ariza mengingatkan para Wisudawan untuk selalu mengingat masyarakat karena butuhkan ilmu, tenaga dan kepedulian.
Wamendes Ariza mengajak para Alumni UMN untuk kembali ke desa karena kemajuan tidak diukur dari gedung-gedung tinggi di kota.
"Kemajuan juga harus terlihat dari anak-anak desa yang memperoleh pendidikan berkualitas, petani yang semakin sejahtera, UMKM yang berkembang, serta masyarakat di daerah tertinggal yang mendapatkan akses terhadap pelayanan dasar dan kesempatan ekonomi," kata Wamendes Ariza.
Jumlah desa di Indonesia sebanyak 75.266 Desa miliki potensi pangan, sumber daya alam, kebudayaan, kreativitas, dan kekuatan gotong royong bangsa. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perguruan tinggi harus hadir dengan ilmu dan inovasi. Dunia usaha membuka peluang ekonomi. Generasi muda membawa kreativitas dan teknologi. Masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.
"Saya mengajak Universitas Madani Nusantara dan seluruh wisudawan untuk menjadi Sahabat Desa: hadir dengan gagasan, bekerja dengan masyarakat, dan membantu mengembangkan potensi lokal agar desa semakin maju, mandiri, dan sejahtera," kata Wamen Ariza.
Wamendes Ariza mengatakan jika Presiden Prabowo sangat memperhatikan masyarakat kecil, salah satunya penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis mencapai 62 juta jiwa. Ada program Koperasi Desa Merah Putih yang sudah mencapai puluhan ribu, hingga adanya 265 Sekolah Rakyat.
Selain itu, harga beli Gabah di tingkat petani mencapai Rp6.500 per kilogram dan harga beli jagung mencapai Rp5.500 per Kg.
Ada juga program pembangunan rumah hingga revitalisasi sekolah, pembangunan sarana kesehatan, biaya haji diturunkan hingga tiket pesawat diturunkan.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Madani Nusantara. Semoga ilmu saudara menjadi cahaya, langkah saudara membawa kemajuan, dan pengabdian saudara menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera," kata Wamendes Ariza.
Turut hadir Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Rektor UMN Endin Nasrudin, Kopertais Rosihan Anwar, dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Insan Cita Fathulloh Mansur.
Foto: Wening/Kemendes PDT
Teks: Firman/Kemendes PDT