100%
Ditjen-Percepatan-Pembangunan-Daerah-Tertinggal
KOTA BATU – Direktur Penyerasian Rencana dan Program PPDT Kemendes PDT, Bapak Adi Prasetiya, mengapresiasi keberhasilan BUMDes Mayangsari Desa Pesanggrahan dalam mengelola ekonomi desa berbasis lingkungan (Green Economy). Kunjungan pada Senin (16/3) ini bertujuan memetakan pola sukses desa untuk direplikasi di 30 Daerah Tertinggal di Indonesia.
Dalam Kunjungannya Direktur Adi Prasetiya disambut langsung oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas P3AP2KB, Bapak Iwan Iswanto, Koordinator TAPM Kota Batu, Bapak Hendro, Direktur BUMDes Mayangsari, Bapak Wahyudi Hartono, beserta jajaran Pengurus dan juga jajaran Perangkat Desa Pesanggrahan.
Direktur Adi Prasetiya menekankan bahwa Pesanggrahan telah membuktikan bahwa kemajuan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam. "Ekonomi hijau di sini bukan sekadar konsep, tapi sudah membumi. Bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi tanpa mengganggu fungsi hutan dan sumber mata air adalah kunci keberlanjutan," ujarnya.
Pihak BUMDes Mayangsari menjelaskan bahwa setiap unit usaha dikelola dengan prinsip tanggung jawab lingkungan. Untuk unit pendakian Gunung Panderman dan Butak, diberlakukan aturan ketat terhadap sampah. Selain itu, BUMDes bersama LMDH dan LPHD rutin melakukan reboisasi dengan menanam hingga 1.000 pohon produktif setiap tahunnya untuk menjaga area tangkapan air.
"BUMDes kami tidak semata mencari profit, tapi juga fungsi sosial. Kami merangkul anak muda melalui KIM Mayangsari untuk digitalisasi, serta menggandeng PKK dalam memproduksi batik lokal. Intinya, kami ingin potensi desa ini dikelola oleh orang desa sendiri secara humanis," jelas Direktur BUMDes Mayangsari.
Pemerintah Desa Pesanggrahan menggarisbawahi bahwa kesuksesan ini berakar pada hubungan yang harmonis antara Pemerintah Desa, BPD, dan BUMDes. Dukungan kebijakan dari Kepala Desa memastikan tidak adanya benturan kepentingan (conflict of interest) sehingga unit usaha seperti peternakan ayam petelur, kolam bioflok, hingga pasar desa dapat berkembang maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Kami selalu duduk bersama. Keharmonisan ini menjadi solusi bagi pengelolaan BUMDes yang profesional dan transparan," ungkap perwakilan Pemerintah Desa Pesanggrahan.
Melalui kunjungan ini, Kemendes PDT berharap model bisnis berkelanjutan dari Desa Pesanggrahan dapat memotivasi desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk menggali potensi lokal tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.