100%
DEPOK, 20 Oktober 2026 — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal berkolaborasi dengan Universitas Indonesia menyelenggarakan Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA) di Auditorium Ojo Radiat, Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Mengusung tema “Merumuskan Solusi Kesehatan untuk Daerah Tertinggal Berbasis Indeks Desa”, kegiatan ini menjadi forum kolaborasi multipihak untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan dan merumuskan rekomendasi bagi pembangunan kesehatan di daerah tertinggal.
Simposium diawali dengan Keynote Speech oleh Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengenai “Penguatan Sinergi dan Percepatan Pembangunan Kesehatan di Daerah Tertinggal”. Kemudian dilanjutkan penyampaian sambutan oleh Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI, dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni UI.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Fakultas Bidang Kesehatan Universitas Indonesia, Pejabat Pimpinan Tinggi Kemendesa dan PDT, perwakilan Kementerian/Lembaga, organisasi profesi, akademisi, dan mahasiswa.
SINTESA menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membahas tantangan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Pendekatan berbasis Indeks Desa digunakan untuk membantu mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan desa, sehingga hasil pembahasan dapat menjadi masukan dalam penyelarasan program dan kebijakan pembangunan.
Diskusi simposium dibagi menjadi tiga tema utama.
- Akses dan ketersediaan layanan kesehatan di daerah tertinggal, yang disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Daerah Tertinggal Perbatasan Kepulauan TPKP, Kementerian Kesehatan;
- Layanan kesehatan berbasis desa dan komunitas, yang disampaikan oleh Wakil Rektor 4 Bidang Infrastruktur dan Prasarana Universitas Indonesia, Guru Besar Departemen Komunitas Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia;
- Perlindungan dan jaminan akses kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan, yang disampaikan oleh Asisten Deputi Kerja Sama Faskes, BPJS Kesehatan
Selain diskusi panel, simposium menampilkan presentasi tiga paper terpilih dari kategori Original Research, Policy Brief, dan Case Study. Topik yang diangkat meliputi:
1. Persoalan underdiagnosis hipertensi di kabupaten tertinggal;
2. Akses layanan kesehatan di tengah keterisolasian geografis Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua; serta
3. Model layanan kesehatan untuk pemerataan dokter di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Presentasi ini diharapkan memperkaya pembahasan dengan temuan penelitian dan alternatif solusi yang sesuai dengan kondisi daerah.
Melalui SINTESA, Kemendesa PDT dan UI mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menginventarisasi masalah kesehatan, memetakan kebutuhan layanan, dan menyusun rekomendasi berbasis bukti. Hasil simposium diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencanaan program dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah tertinggal.
Sebagai tindak lanjut, hasil inventarisasi dan pembahasan dalam SINTESA akan menjadi bagian dari proses penyusunan buku mengenai masalah kesehatan di daerah tertinggal yang direncanakan diluncurkan pada 12 November 2026. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat perencanaan dan koordinasi pembangunan kesehatan di daerah tertinggal.
#DitjenPPDT
#KemendesaPDT