100%
Jakarta, 19 Oktober 2026 – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDT) menggelar Rapat Koordinasi Nasional bersama 42 K/L, unsur TNI-Polri, serta mitra pembangunan di Hotel Gran Melia, Jakarta, untuk mematangkan persiapan Puncak Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2027 dan Festival Bangun Desa Bangun Indonesia. Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendes dan PDT ini, Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT) turut hadir dan diwakili secara langsung oleh Direktur PPDK serta Kabag Umum dan Rumah Tangga yang mewakili Sekretaris Ditjen PPDT.
Kegiatan akbar ini menjadi momentum strategis untuk menyebarluaskan praktik baik pembangunan desa serta memberikan apresiasi atas berbagai inovasi desa setelah launching di Kabupaten Bandung Barat, dengan puncak acara yang dipusatkan di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Seluruh instansi yang hadir menyampaikan program konkret dan komitmen dukungannya untuk 16 lomba, mulai dari KP2MI, Kejaksaan RI, PPATK, BSSN, BGN, Kemendikdasmen, Kementerian Pariwisata, Kemenekraf, BRIN, Bapanas, Kementan, Kemenaker, KKP, BKKBN, Kemenag, TNI-Polri, serta dunia usaha dan Himbara.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendes dan PDT menyampaikan bahwa Ditjen PPDT mengambil peran strategis dengan mengampu tiga lomba berbasis kreativitas pemuda dan digital dari total 16 lomba. Adapun rincian ketiga lomba tersebut mencakup Turnamen eSports Desa yang bertujuan memberi ruang Gamer amatir bersaing dan menemukan talenta atlet eSports dengan bermitra Moonton serta sinergi Kemenpora, Kemendagri, Komdigi, Kemendikdasmen, Kemenekraf,
PB ESI; Festival YouTuber Desa yang bertujuan menemukan talenta kreator desa dengan bermitra GeTI Media serta sinergi Komdigi, Kemenekraf, dan Kementerian Kembudayaan, serta Festival Film Desa yang bertujuan apresiasi bagi sineas desa dengan sinergi Kementerian Kebudayaan, Kemenekraf, Kemendikdasmen, Kemenpar, Komdigi.
Guna memastikan kesiapan optimal, rakor menyepakati langkah tindak lanjut berupa penyusunan matriks pemetaan K/L, pembentukan pokja teknis lintas sektor, serta pelaksanaan Rapat Koordinasi lanjutan. Menutup rakor, Sekjen Kemendes dan PDT menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional adalah gerakan kebangsaan milik bersama untuk menjadikan desa sebagai halaman depan sekaligus episentrum pertumbuhan ekonomi bangsa.