100%
Berita Umum
Jatinangor - Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diyakini bakal jadi panutan dan mendarmabaktikan jiwa raganya di manapun berada nantinya.
Jumlah Desa di Indonesia 75.266, olehnya Praja Utana IPDN untuk bisa berkontribusi untuk menggenjot pembangunan desa, termasuk menunjuk Desa Binaan.
Hal ini disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat beri kuliah umum pada pembekalan Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan tema Desa Sebagai Pilar Pembangunan Nasional : Strategi Kepemimpinan Pemerintahan di Era Transformasi di Balairunh Rudini, Kampus Jatinangor, Kamis (21/5/2026).
"IPDN adalah sekutu sejati Kemendes PDT, untuk itu saya perlu berikan pandangan soal desa untuk Praja Utama yang akan segera lulus," kata Mendes Yandri.
Dikatakan Mendes Yandri, saat ini Desa menjadi Subjek Pembangunan yang tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.
Untuk wujudkan Desa sebagai Pilar Pembangunan, Kemendes PDT butuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk IPDN.
Kemendes PDT mengejewantahkan pembangunan desa lewat 12 Aksi Prioritas diantaranya revitalisasi BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, Hilirisasi Produk Unggulan, Desa Tematik, Desa Ketahanan Iklim hingga Desa Ekspor.
"Saya harap Praja Utama IPDN bisa memahami 12 Aksi Prioritas Bangun Desa dan memahani persoalan di desa karena nantinya akan kembali ke wilayah," kata Mendes Yandri.
Mendes Yandri memaparkan, soal pentingnya Kopdes Merah Putih yang dinilai bakal menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
Ia menilai, Kopdes adalah alat yang tepat untuk terwujudnya pemerataan ekonomi sesuai Asta Cita Presiden.
Oleh karena itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat desa untuk terlibat aktif dan menyukseskan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, jika Kopdes sukses maka 80 persen sisa hasil usahanya akan kembali ke anggota koperasi, yaitu masyarakat desa.
Selain itu, 20 persen keuntungan KDMP juga akan masuk menjadi pendapatan asli desa.
“Kopdes yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo seratus persen (keuntungan) buat rakyat di desa itu,” ujar Mendes Yandri.
Selain itu Praja Utama IPDN diharapkan nantinya miliki Desa Binaan untuk nantinya menggenjot program Desa Tematik dan Desa Ekspor, yang tertuang dalam Nota Kesepahaman Kerjasama IPDN dan Kemendes
"Salah satu poinnya, kami berharap agar setiap tahunnya ada Purna Praja IPDN yang ditempatkan di Kemendes," kata Mendes Yandri.
Mendes Yandri optimistis jika kolaborasi dengan IPDN bakal percepat terwujudnya 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia.
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi berterima kasih atas kehadiran Mendes Yandri ke IPDN dan beri pembekalan kepada Praja Utama.
Pembekalan yang diberikan Mendes Yandri dinilai bakal berguna bagi Praja Utama yang akan segera selesaikan studi di IPDN.
"Pembekalan Beliau sangat penting dan mencerahkan karena Praja IPDN akan kembali ke Kabupaten dan Kecamatan yang bersentuhan langsung dengan desa," kata Halilul.
Mendes Yandri dianugerahkan Kartika Asta Brata Utama dan disematkan Pin Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan. Mendes Yandri juga menyerahkan bantuan untuk IPDN yang diterima oleh Rektor Halilul.
Turut hadir Para Wakil Rektor IPDN, Para Dosen dan Staf IPDN.
Turut dampingi Mendes Yandri, Sekjen Taufik Madjid, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Inspektur Jenderal Mashyudi, Kepala Badam Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, Staf Khusus Fahad Attamimi dan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.
Foto: Didi/Kemendes PDT
Teks: Firman/Kemendes PDT