100%
Pemerintah terus mengakselerasi peran generasi muda dalam pembangunan desa. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes DPT) resmi meluncurkan program 'Festival Duta Desa Gen Z' dengan menggandeng publik figur Mandala Shoji. Dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Kemendes PDT Jakarta, Selasa (28/6/2026), Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan strategi nyata melibatkan Generasi Z mengembangkan potensi desa—dari desa wisata hingga desa ekspor. Audisi terbuka bagi seluruh masyarakat, dan keunggulannya: Kemendes akan memberikan pendampingan tidak hanya kepada pemenang, tetapi juga kepada peserta yang gagasannya belum terpilih, sehingga setiap ide baik berpeluang diwujudkan menjadi dampak nyata.
Peran penting dalam memastikan program ini berhasil datang dari Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDP), Nugroho Setijo Nagoro. Kehadirannya bersama Kepala BPI Mulyadin Malik dan Kepala BPSDM Agustomi Masik menandakan sinergi lintas unit. Nugroho yang fokus pada percepatan pembangunan wilayah tertinggal akan mengarahkan jajarannya agar potensi desa dari ajang ini terintegrasi dengan program prioritas nasional. Kolaborasi Menteri Yandri dan Dirjen Nugroho menjadi kunci: sang menteri memberikan visi pemberdayaan, sementara jajaran PDP memastikan implementasi lapangan berjalan efektif, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha desa.
Bertempat di Operational Room, Menteri Yandri didampingi Wakil Menteri Ahmad Riza Patria menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama berskala nasional. Sebelas pihak mengukuhkan komitmennya: UKP Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Kementerian Transmigrasi, BRIN, PT. PLN (Persero), PT. PLN EPI (Persero), PT. Daya Mandiri Production, PB PII, ITB, dan UGM. Acara ini turut dihadiri tokoh kunci: Utusan Khusus Presiden Raffi Farid Ahmad, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo.