100%
Sekjen
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Taufik Madjid memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mematangkan persiapan Hari Desa Nasional (HDN) 2027 yang akan dipusatkan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Rapat yang berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta pada Senin 19/10/2026 tersebut membahas rangkaian kegiatan, perlombaan nasional, pembagian tugas kepanitiaan, serta kesiapan teknis guna memastikan peringatan HDN 2027 menjadi momentum penguatan kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Rapat tersebut melibatkan perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Gizi Nasional, serta unsur TNI dan Polri. Keterlibatan lintas sektor diarahkan untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan kegiatan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam rangkaian peringatan HDN 2027.
Peringatan Hari Desa Nasional 2027 dirancang tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional berbasis desa, memperkenalkan inovasi dan praktik baik pembangunan, serta memperkuat kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam pembahasan, Sekjen Taufik mengoordinasikan pematangan agenda pra-kegiatan hingga acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2027. Rangkaian tersebut mencakup seminar, lokakarya, festival seni budaya, kegiatan olahraga, serta berbagai perlombaan tingkat nasional untuk menampilkan potensi dan kreativitas masyarakat desa.
Pada 14 Januari 2027, agenda direncanakan meliputi apel gabungan kepala desa, penguatan komitmen pembangunan desa, final Liga Desa, pertunjukan musik, serta kegiatan kebersamaan dengan kepala desa.
Selanjutnya, pada 15 Januari 2027, rangkaian kegiatan akan diisi jalan santai, karnaval budaya yang melibatkan 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto, serta agenda ramah tamah dan pemberian penghargaan.
Puncak Hari Desa Nasional pada 16 Januari 2027 direncanakan menghadirkan penyerahan hadiah bagi pemenang 15 cabang perlombaan serta pertunjukan kesenian tradisional wayang kulit sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
Sejumlah perlombaan yang dipersiapkan antara lain Liga Desa, Festival Duta Desa Gen Z, Desa Wisata Nusantara, inovasi ketahanan pangan, BUM Desa, Desa Ekspor, Desa Digital, serta kompetisi inovasi ramah perempuan, peduli anak, dan pendidikan.
Selain itu, terdapat festival film desa, lomba video dokumentasi desa dan daerah tertinggal, kompetisi website desa, turnamen olahraga elektronik atau e-sports, serta penghargaan bagi desa yang memiliki praktik baik dalam perlindungan pekerja migran Indonesia.
Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan, rapat membahas pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan asosiasi desa. Pemerintah pusat berperan dalam penyusunan kebijakan, pembentukan panitia nasional, koordinasi antarlembaga, dan publikasi kegiatan.
Sementara itu, pemerintah daerah bertanggung jawab mendukung kesiapan lokasi, sarana prasarana, pengamanan, transportasi, serta pelaksanaan kegiatan di daerah. Asosiasi desa dilibatkan untuk memperluas sosialisasi dan mendorong partisipasi kepala desa serta masyarakat.
Kemendes PDT juga mendorong penyusunan jadwal kerja yang terukur, penetapan koordinator setiap bidang, penguatan publikasi, dan evaluasi berkala agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara terkoordinasi.
Melalui peringatan HDN 2027, Kemendes PDT berharap potensi ekonomi, inovasi, dan budaya desa semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, dengan menempatkan desa sebagai penggerak pembangunan nasional.
***
Teks: Ofa
Foto: Reza