100%
Berita Umum
Jakarta – Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI), Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, membuka kegiatan Rapat Survei Tata Kelola Organisasi di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (12/5). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kemendes PDT.
Dalam sambutannya, Kepala BPI menyampaikan bahwa survei tata kelola organisasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan serta meningkatkan efektivitas tata kelola di lingkungan kementerian. Menurutnya, penguatan organisasi menjadi kunci dalam menjawab dinamika dan tuntutan pembangunan desa dan daerah tertinggal yang semakin kompleks.
“Survei tata kelola organisasi ini bukan sekadar instrumen pengumpulan data, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun organisasi yang lebih efektif, selaras, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional,” ujar Mulyadin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kemendes PDT memiliki peran strategis sebagai orkestrator pembangunan desa, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kemendes PDT Tahun 2025–2029. Peran tersebut menempatkan kementerian tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai pengarah serta penghubung sinergi antar pemangku kepentingan dalam pembangunan desa.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh pegawai diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan yang objektif dan konstruktif guna mendukung penguatan organisasi dan perbaikan tata kelola kementerian ke depan. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini berjalan interaktif dan menjadi momentum refleksi bersama dalam mendorong transformasi organisasi yang lebih profesional, efektif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Menutup sambutannya, Kepala BPI mengajak seluruh jajaran Kemendes PDT untuk terus memperkuat kolaborasi dan komitmen dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang mampu mendukung pembangunan desa dan daerah tertinggal yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.