100%
Berita Umum
Palu — Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal (BPI) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS., menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-48 Kota Palu, Minggu (27/9). Kehadiran Kepala BPI dalam kegiatan yang mengusung tema “Moving in Action” tersebut mewakili Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Para peserta disambut olehjajaran Pemerintah Kota Palu dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peringatan tersebut berlangsung di tengah rangkaian kegiatan HUT Kota Palu yang turut dimeriahkan dengan berbagai agenda masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPI menyampaikan apresiasi atas perjalanan dan capaian Kota Palu di usia ke-48 tahun. Ia menilai semangat “Moving in Action” sejalan dengan upaya daerah untuk terus bergerak, beradaptasi, dan menghadirkan kemajuan bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah perlu terus diarahkan agar memberikan manfaat yang luas serta mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tengah dinamika pembangunan.
Kepala BPI juga menyampaikan pembelajaran dari kunjungannya ke Tiongkok, khususnya terkait berbagai praktik pembangunan yang dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di Indonesia. Menurutnya, berbagai hal yang telah dilakukan di Tiongkok dapat dipelajari dan disesuaikan dengan potensi serta karakteristik desa di Indonesia, sehingga desa mampu mengembangkan potensi lokal dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Kepala BPI turut menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan antara kawasan perkotaan dan pedesaan atau rural-urban linkage. Kemajuan Kota Palu sebagai pusat aktivitas ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap penguatan rantai pasok dan aktivitas ekonomi desa-desa di sekitarnya. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan data yang akurat dan sistem informasi yang terintegrasi dinilai penting untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Peringatan Hari Jadi ke-48 Kota Palu kemudian menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Rangkaian peringatan juga diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan seni budaya dan agenda masyarakat sebagai bagian dari semangat kebersamaan warga Kota Palu.