100%
Berita Umum
Jakarta, 11 Juni 2026 - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melaksanakan Kegiatan Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia: Penguatan Kapasitas SDM Desa Menuju Indonesia Emas 2045 yang dilaksanakan di Operational Room Gedung Utama Lantai 1 Kemendesa PDT. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menjaring, mengembangkan, dan mengoptimalkan kapasitas pemuda desa yang memiliki potensi serta kepedulian terhadap pembangunan desa melalui kesempatan belajar dan berkarya di kancah yang lebih luas. Diharapkan, melalui kegiatan ini akan terbangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong desa yang inklusif dan berdaya saing.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. , Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, H. Raffi Farid Ahmad , Kepala BPSDM Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg. , Sekretaris Jenderal Kemendes PDT, Dr. Taufik Madjid, S.Sos, M.Si , Bupati Serang yaitu Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M. , Peneliti Utama BRIN Prof.Dr.R.Siti Zuhro MA , Perwakilan dari Provinsi JawaTengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi, dan dihadiri secara daring oleh seluruh Tenaga Pendamping Desa.
Kegiatan Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia dimulai dengan Laporan dari Ketua Penyelenggara Kegiatan Dr. Agustomi Masik, M.Dev.Plg. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, bahwa kita tidak mencetak superman dan superwoman tapi kita mencetak superteam. Kita akan berusaha mengirimkan pemuda desa ke berbagai negara. Diharapkan 70 persen pemuda balik ke Indonesia dan menjadi entrepreneur. Hasil jangka panjangnya kita akan menghasilkan pemuda desa yang hebat. Kegiatan ini mengukuhkan 200 pemuda dan pemudi dari perwakilan 15 provinsi, dan dihadiri oleh setiap orang tua melalui daring. Kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemendes PDT dengan Universitas Siber Asia sebagai wujud tridarma perguruan tinggi dan menyediakan 500 beasiswa pemuda pemudi desa.
Lalu dianjutkan dengan Sambutan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Farid Ahmad menyampaikan Indonesia memiliki kurang lebih 65,8 juta pemuda dan pemudi yang berusia produktif yaitu 16 – 30 tahun. Hal tersebut merupakan bonus demografi yang perlu dimanfaatkan dengan baik. Pembangunan desa dan penguatan kapasitas pemuda ini harus selalu dikawal. Untuk para pemuda pemudi yang berhasil lolos kejarlah ilmu sejauh mungkin, namun harus kembali lagi ke desa untuk membangun desa dan membangun Indonesia.
Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Desa PDT, Yandri Susanto mengatakan bahwa kita akan mengangkat potensi pemuda pemudi desa dengan berkolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga, perguruan tinggi hingga swasta. Kita melihat desa sebagai posisi strategis dan sesuai dengan asta cita presiden ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Selamat kepada 200 pemuda pemudi yang berhasil lolos, tidak ada negara yang maju kecuali diiringi dengan Sumber Daya Manusia yang unggul. Jangan lalai dengan waktu, Jagalah Nama baik Republik Indonesia yang kita cintai ini. Jangan menciderai dengan perbuatan yang kurang pantas dan perlu mengedepankan tata krama dan sopan santun. Belajarlah dengan rajin dan tekun, belajarlah program-program yang bagus di Jepang dan kemudian diimplementasikan di Indonesia.